Profil Biografi Taufiq Ismail Seorang Sastrawan Hebat Dari Bukittinggi -Cerita Lengkap Masa Mudanya
Taufiq Ismail merupakan seorang sastrawan yang cukup terkenal di Indonesia. Dia sudah bercita-cita untuk menjadi seorang sastrawan sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Dan impian Taufiq Ismail berhasil tercapai yang membuatnya menjadi salah satu sastrawan hebat yang pernah dimiliki oleh Indonesia. Taufiq Ismail lahir pada tanggal 25 Juni 1935 di Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia. Dia lahir dari pasangan A. Gaffar dengan Sitti Nur Muhammad Nur. Ayahnya itu seorang ulama dan juga pendiri PERMI. Taufiq Ismail tumbuh dan dirawat dalam keluarga guru dan juga wartawan yang suka sekali dengan membaca dari sinilah, cita-citanya sebagai seorang sastawan muncul. Dalam hal pendidikan sendiri. Taufiq bersekolah dan menghabiskan masa Sekolah Dasar (SD) di Solo, Semarang, dan Yogyakarta. Kemudian lanjut Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bukittinggi, dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Pekalongan.
Setelah lulus dari SMA, Taufiq melanjutkan pendidikannya di Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan mengambil Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan dengan harapan setelah lulus memiliki sebuah peternakan yang ingin dia buat di sebuah pulau yang ada di Selat Malaka. Semasa kuliah, Taufiq aktif sebagai Aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII), Ketua Senat Mahasiswa FKHP-IPB, dan juga WaKa Dewan Mahasiswa IPB. Baca juga : Biografi Affandi Koesoema Maestro Seni Lukis. Taufiq Ismail lulus dari Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan (FKHP) IPB pada tahun 1963. Selama di Bogor, Taufiq pernah menjadi guru di SKP Pamekar dan juga SMA Regina Pacis, dia juga mengajar di IPB. Taufiq menandatangani Manifesto Kebudayaan karena hal tersebut dia batal melanjutkan studi manajemen peternakan di Florida tahun 1964 dan juga dipecat sebagai dosen di IPB. Pada tahun 1966-1970, Taufiq menjadi kolumnis Harian KAMI yang kemudian mendirikan Yayasan Indonesia bersama dengan Mochtar Lubis, P.K. Oyong, Zaini, dan Arif Budiman yang kemudian juga melahirkan Majalah Sastra Horison pada tahun 1966. Selain itu, Taufiq juga bertugas dan mendirikan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), Taman Ismail Marzuki (TIM), dan Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPJK). Setelah selesai tugasnya dalam mengelola DKJ, TIM, dan LPJK, Taufiq menjadi Manajer Hubungan Luar PT. Unilever Indonesia ditahun 1978 sampai 1990. Taufiq Ismail sering menulis buku kumpulan puisi seperti yang dibawah ini.
Setelah lulus dari SMA, Taufiq melanjutkan pendidikannya di Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan mengambil Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan dengan harapan setelah lulus memiliki sebuah peternakan yang ingin dia buat di sebuah pulau yang ada di Selat Malaka. Semasa kuliah, Taufiq aktif sebagai Aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII), Ketua Senat Mahasiswa FKHP-IPB, dan juga WaKa Dewan Mahasiswa IPB. Baca juga : Biografi Affandi Koesoema Maestro Seni Lukis. Taufiq Ismail lulus dari Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan (FKHP) IPB pada tahun 1963. Selama di Bogor, Taufiq pernah menjadi guru di SKP Pamekar dan juga SMA Regina Pacis, dia juga mengajar di IPB. Taufiq menandatangani Manifesto Kebudayaan karena hal tersebut dia batal melanjutkan studi manajemen peternakan di Florida tahun 1964 dan juga dipecat sebagai dosen di IPB. Pada tahun 1966-1970, Taufiq menjadi kolumnis Harian KAMI yang kemudian mendirikan Yayasan Indonesia bersama dengan Mochtar Lubis, P.K. Oyong, Zaini, dan Arif Budiman yang kemudian juga melahirkan Majalah Sastra Horison pada tahun 1966. Selain itu, Taufiq juga bertugas dan mendirikan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), Taman Ismail Marzuki (TIM), dan Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPJK). Setelah selesai tugasnya dalam mengelola DKJ, TIM, dan LPJK, Taufiq menjadi Manajer Hubungan Luar PT. Unilever Indonesia ditahun 1978 sampai 1990. Taufiq Ismail sering menulis buku kumpulan puisi seperti yang dibawah ini. - Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia
- Tirani dan Benteng
- Buku Tamu Musim Perjuangan
- Sajak Ladang Jagung
- Kenalkan
- Saya Hewan
- Puisi-puisi Langit
- Prahara Budaya
- Ketika Kata Ketika Warna
- Seulawah-Antologi Sastra Aceh
- Dan lain-lain.
- Mendapat Anugerah Seni dari Pemerintah - Tahun 1970
- Cultural Visit Award dari Pemerintah Australia - Tahun 1977
- South East Asia Write Award dari Kerajaan Thailand - Tahun 1994
- Penulisan Karya Sastra dari Pusat Bahasa - Tahun 1994
- Mendapat Penghargaan Doktor Honoris Causa dari Universitas Negeri Yogyakarta
Informasi di atas kami sadur dari berbagai sumber yang ada di Internet, jika ada kesalahan atau kekurangan dari informasi di atas, kami meminta maaf dan kamu juga bisa membetulkannya melalui kolom komentar atau melalui email kami, terima kasih.
0 Response to "Profil Biografi Taufiq Ismail Seorang Sastrawan Hebat Dari Bukittinggi -Cerita Lengkap Masa Mudanya"
Post a Comment